BlackBerry Priv Diprediksi Tak Akan Laris
INILAHCOM, San Francisco - Memiliki banderol harga yang tergolong tinggi, smartphone berbasis Android pertama besutan BlackBerry, yakni Priv, diperkirakan akan sulit menuai sukses di pasaran.
BlackBerry Priv sudah mulai dijual di Kanada dan AS pada awal November ini dengan harga US$749 atau sekitar Rp10,2 juta.
Untuk sebuah perangkat flagship, harga tersebut terbilang wajar, mengingat beberapa smartphone unggulan lain seperti iPhone 6S, Samsung Galaxy S6, maupun Sony Xperia Z5, juga dibanderol dengan harga yang tak jauh berbeda.
Namun, demi untuk kembali menaikkan pamor dan popularitas BlackBerry di pasar smartphone dunia, banyak pihak yang menganggap harga BlackBerry Priv terlampau mahal.
BACA JUGA: BLACKBERRY PRIV SUDAH BISA DIPESAN, INILAH HARGANYA
"Sangat sulit untuk menemui mereka yang ingin membeli smartphone BlackBerry baru dengan harga tinggi, karena mereka sudah lama tidak 'berbicara' di papan atas. Lagipula, harga rata-rata perangkat BlackBerry saat ini adalah US$240," ujar Vlad Savov seorang pengamat dari situs teknologi The Verge.
Menurutnya, memang tidak sedikit orang yang mendambakan Priv karena ingin mencoba pengalaman menggunakan Android di perangkat BlackBerry.
BACA JUGA: BLACKBERRY PRIV DAPATKAN UPDATE MARSHMALLOW TAHUN DEPAN
"Namun, dari antara mereka yang ingin mencoba Priv, hanya segelintir orang saja yang benar-benar sanggup membelinya," imbuhnya.
Pendapat Savov ini memang terdengar cukup realistis. Meski demikian, masih terlalu prematur bagi kita untuk memprediksi kesuksesan BlackBerry Priv di pasaran.
Bagaimana menurut Anda? [ikh]
Read More : BlackBerry Priv Diprediksi Tak Akan Laris.
0 komentar:
Posting Komentar